INSTRUMEN ANALITIK
REFRAKTOMETER

|
Refractometer
1. Pengertian Refractometer
Refractometer
adalah alat yang digunakan untuk mengukur kadar / konsentrasi bahan terlarut
misalnya : Gula, Garam, Protein dsb. Prinsip kerja dari refractometer sesuai
dengan namanya adalah dengan memanfaatkan refraksi cahaya. Seperti terlihat
pada Gambar di bawah ini sebuah sedotan yang dicelupkan ke dalam gelas yang
berisi air akan terlihat terbengkok. Pada Gambar kedua sebuah sedotan
dicelupkan ke dalam sebuah gelas yang berisi lauran gula. Terlihat sedotan terbengkok
lebih tajam. Fenomena ini terjadi karena adanya refraksi cahaya. Semakin tinggi
konsentrasi bahan terlarut (Rapat Jenis Larutan), maka sedotan akan semakin
terlihat bengkok secara proporsional. Besarnya sudut pembengkokan ini disebut
Refractive Index (nD). Refractometer ditemukan oleh Dr. Ernst Abbe seorang
ilmuwan dari German pada permulaan abad 20.
2. Jenis-jenis Refractometer
Ada empat jenis refraktometer utama:
Ada juga Refractometer Rayleig yang digunakan (biasanya) untuk mengukur
indeks bias gas. Dalam kedokteran hewan(veterinary
medicine),
refractometer digunakan untuk mengukur jumlah protein plasma dalam sampel darah dan berat jenis urin. Dalam gemmology, refractometer digunakan untuk membantu
mengidentifikasi bahan permata dengan mengukur indeks biasnya.
Macam-macam Refraktometer :
Refraktometer Abbe
Refraktometer tangan / Hand Refraktometer
3. Prinsip Kerja Refractometer
Prinsip
kerja dari refractometer sesuai dengan namanya adalah dengan memanfaatkan
refraksi cahaya. Adapun prinsip kerja dari refractometer dapat digambarkan sebagai berikut :
1. Terdapat 3 bagian yaitu : Sample, Prisma dan Papan
Skala. Refractive index prisma jauh lebih besar dibandingkan dengan sample.
2. Jika sample merupakan larutan dengan konsentrasi
rendah, maka sudut refraksi akan lebar dikarenakan perbedaan refraksi dari
prisma dan sample besar. Maka pada papan skala sinar “a” akan jatuh pada skala
rendah.
3 Jika sample merupakan larutan pekat / konsentrasi
tinggi, maka sudut refraksi akan kecil karena perbedaan refraksi prisma dan
sample kecil. Pada gambar terlihar sinar“ b”
jatuh pada skala besar.
Refraktometer
merupakan suatu instrument yang digunakan untuk mengukur pembengkokan dari
cahaya yang dilewatkan dari satu medium ke medium lainnya. Satuan yang
digunakan dalam instrument refractometer ini adalah refractive index (RI). Aldof Brix, ilmuan dari jerman kemudian membuat konversi dari nilai
refractive index tersebut ke satuan brix yang diambil dari namanya. Brix
sendiri didefinisikan sebagai banyaknya sucrose murni per 100 gram air. Sebagai contoh : 10 gram sucrose murni di dalam 90 gram air akan
menghasilkan nilai 10 % brix. Pada praktek
analisa di laboratorium, pengukuran % brix sangat dipengaruhi oleh suhu
lingkungan, sehingga hal ini teramat sangat penting untuk diperhatikan. Tabel
conversi nilai temperature tersebut bisa didapatkan dari ICUMSA, Appendix 2,
SPS – 3 (1998) halaman 8. Dimana dalam tabel tersebut digambarkan pengaruh
perubahan suhu dari 15 derajat celcius s/d 40 derajat celsius untuk nilai brix
dari 0 – 85 % brix untuk setiap perubahan 5 % brix. Sebagai contoh Nilai brix dari sucrosa 10 % adalah 10 % pada suhu 20
derajat celsius tetapi nilai tersebut akan bertambah 0.36 % jika analisa
dilakukan pada suhu 25 derajat celsius sehingga menjadi 10.36 % brix. Demikian signifikannya pengaruh perubahan suhu pada pengukuran
refraktometer sehingga hal ini sangat penting untuk diperhatikan. Dalam melakukan verivikasi refractometer dapat menggunakan air yang
tentunya bebas dari pengotor di suhu 20 dimana hasilnya harus menunjukkan nilai
0% brix plus minus nilai akurasi alat yang biasanya bisa kita dapatkan dari
manual book alat bersangkutan. Jika kita
menginginkan untuk melakukan verivikasi refraktometer di beberapa titik (hal
ini sangat disarankan) kita bisa membeli standar sukrosa bersangkutan yang
biasanya dijual di agen bersangkutan. Meskipun untuk standar sukrosa ini
tergolong mahal (kisaran harga sekitar Rp. 700.000,- untuk volume sekitar 5
ml). Standar sukrosa tersebut biasanya tersedia untuk nilai brix 5, 10, 20, 30,
dst. Pembuatan larutan sukrosa sendiripun
sebenarnya bisa dilakukan tetapi sangat tidak disarankan karena mengingat
larutan sukrosa ini mudah sekali rusak dan harus segera digunakan, dari dari
pengalaman saya sendiri sukrosa tersebut juga sangat tidak stabil pada saat
dilakukan penimbangan. Sehingga sampai saat ini banyak
yang lebih suka menggunakan larutan standar pabrikan untuk menjamin
ketelusurannya. Satu hal
yang juga harus diperhatikan dalam operasional brix ini adalah pastikan bahwa
lensa untuk tetap dijaga agar tidak tergores karena hal ini akan mempengaruhi
nilai pembacaan.
4.
Bagian-bagian
Refractometer
1. Day light plate (kaca)
Day light plate berfungsi untuk melindungi prisma dari goresan akibat debu, benda asing,
atau untuk mencegah agar sampel yang diteteskan pada prisma tidak menetes atau
jatuh.
2. Prisma (biru)
Prisma merupakan bagian yang paling sensitif terhadap goresan. Prisma
berfungsi untuk pembacaan skala dari zat terlarut dan mengubah cahaya
polikromatis (cahaya lampu/matahari) menjadi monokromatis.
3. Knop pengatur skala
Knop pengagtur skala berfungsi untuk mengkalibrasi skala menggunakan
aquades. Cara kerjanya ialah knop diputar searah atau berlawanan arah jarum jam
hinggan didapatkan skala paling kecil (0.00 untuk refraktometer salinitas,
1.000 untuk refraktometer urine).
4. Lensa
Lensa berfungsi untuk memfokuskan cahay yang monokromatis.
5. Handle
Handle berfungsi
untuk memegang alat refraktometer dan menjaga suhu agar stabil.
6. Biomaterial
strip
Biomaterial strip teerletak pada bagian dalam alat (tidak
terlihat) dan berfungsi untuk mengatur suhu sekitar 18 – 28 OC. Jika
saat pengukuran suhunya mencapai kurang dari 18 OC atau
melebihi 28 OC maka secara otomatis refraktometer akan mengatur
suhunya agar sesuai dengan range yaitu
18 – 28 OC.
7. Lensa pembesar
Sesuai dengan namanya, lensa pembesar berfungsi untuk memperbesar skala
yang terlihat pada eye piece.
8. Eye
piece
Eye piece merupakan tempat untuk melihat skala yang ditunjukkan oleh
refraktometer.
9. Skala
Skala berguna untuk melihat , konsentrasi, dan massa jenis
suatu larutan.
5.
Cara Pengoperasian
dan Pemeliharaan Refractor
Cara Pengoperasian
1. Day light
plate dibuka dengan menggunakan ibu jari.
2. Day light
plate dan prisma dibersihkan dengan aquades.
3. Kemudian
dilakukan penyekaan dilakukan secara satu arah dan bebas.
4. Apabila
refraktometer sudah lebih dari tiga bulan tidak digunakan, bleaching (pemutih
10%) digunakan untuk membersihkan
plat-plat yang terbentuk.
5. Lalu
kalibrasi dilakukan menggunakan aquades.
6. Aquades
diteteskan pada prisma dan jangan sampai ada gelembung. Apabila terdapat gelembung, maka akan mempengaruhi nilai ND
sehingga pengukura tidak tepat.
7. Mata melihat
hasil pengukuran dari eye piece hingga ada garis perbatasan antara biru dan putih yang menunjukkan hasil pengukuran.
8. Setelah
digunakan, prisma dan day light plate dibersihkan dengan aquades.
9. Kemudian
diseka dengan satu arah.
10. Refraktometer disimpan kembali di
dalam box (wadah).
Cara Pemeliharaan
1. Sebelum dan setelah digunakan,
prisma dan day light plate selalu dibersihkan dengan aquades serta diseka dengan tisu.
2. Refraktometer
diletakkan pada wadah khusus.
3. Apabila
refraktometer tecelup dalam air, segera dikeringka dengan udara, lalu
dipaparkan terhadap cahaya matahari agar
terhindar dari terbentuknya embun pada permukaan lensa.
4. Jangan
terkena cahaya matahari langsung.
5. Prisma
dijaga agar tidak tergores.
6. Aplikasi Refractometer dalam Industri
Aplikasi
refraktometer dalam dunia industri dan kesehatan
Setiap
industri termasuk Makanan, Minuman, Wewangian, penggilingan Gula,Refining,
Pengolahan, Minyak, Kimia, Farmasi, Flavor, Kosmetika, dan pengujianToksikologi,
memiliki persyaratan aplikasi yang unik, kendala lingkungan dan
isu-isu penanganan operator dengan yang bersaing.Oleh karena itu, salah
satu aplikasi penggunaan refraktometer antara lain seperti berikut:
Dalam kedokteran hewan,
Refraktometer yang digunakan untuk mengukur total protein
plasma dalam sampel darah dan urin berat
jenis.
-Dalam diagnostik obat
Dalam gemmology, refraktometer
yang digunakan untuk membantumengidentifikasi
bahan permata dengan mengukur indeks bias mereka.
Dalam akuarium laut
pembukuan, refraktometer yang digunakan untuk mengukur salinitas
dan berat jenis air.
Para refraktometer HKI proses seri untuk memantau, merekam danmengendalikan konsentrasi padatan terlarut dalam garis proses. Para HKI
secara akuratmengukur indeks bias, suhu, dan pembacaan dalam indeks,
dikompensasikan Brix dankonsentrasi skala standar dan custom. Ini adalah
refractometers refractometers sudutkritis
dibangun di sekitar prisma safir dan foto berbagai resolusi dioda tinggi.Pengukuran indeks bias tidak dipengaruhi oleh
warna atau kekeruhan sampel. Indeks
bias adalah perbandingan antara kecepatan
cahaya dalam udara dengan kecepatan cahaya dalam zat tersebut. Indeks bias
memiliki fungsi untuk mengidentifikasi zat kemurnian, suhu pengukuran dilakukan
pada suhu 20oC dan suhu tersebut harus benar-benar diatur dan
dipertahankan karena sangat mempengaruhi indeks bias. Nilai indeks bias
dinyatakan dalam farmakope Indonesia edisi empat dinyatakan garis (D) cahaya
natrium pada panjang gelombang 589,0 nm dan 589,6 nm. Umumnya alat dirancang
untuk digunakan dengan cahaya putih. Alat yang digunakan untuk mengukur indeks
bias adalah Refraktometer . Untuk mencapai kestabilan, alat
Refraktometer harus dikalibrasi dengan menggunakan plat glass standard.
8. Kesimpulan
1
Refractometer adalah alat yang
digunakan untuk mengukur kadar / konsentrasi bahan terlarut
2
Prinsip kerja dari refractometer sesuai
dengan namanya adalah dengan memanfaatkan refraksi cahaya
3 Ada empat jenis refraktometer utama:
4
Penggunaan refraktor meliputi:
·
Dalam
diagnostik obat
DAFTAR PUSTAKA
Anonim.2010. Refractometer. http://duniaanalitika.wordpress.com/2010/03/04/refractometer. Diakses
pada tanggal 29 November 2013.
Wibowo,
Wahyu Adi. 2013. Refractometer dan
kegunaannya. http://www.multimeter- digital.com/refraktometer-dan-kegunaanya.html. Diakses pada tanggal 28 November 2013.
Asih,
Murti Aprilia. 2012. Refraktometer
dan Polarimeter. http://murtyaprilia.blogspot.com/2012/10/refraktometer-dan-polarimeter.html.Diakses pada tanggal 29 November 2013.
Arofelia,
Destri Rizki. 2012. Hand Refractometer. http://destririzkiarifelia.blogspot.com/2012/10/ penjelasan-hand-refraktometer.html
Diakses pada tanggal 28 November 2013.



Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusApakah total solid bisa di cek menggunakan hand refractometer?
BalasHapusternyata refraktometer punya manfaat banyak kali yak. ntaaps. makasih infonya mas.. bikin pintar gan..
BalasHapus